• Sabtu, 30 September 2023

Apakah Melafalkan Niat Shalat Itu Dilarang atau Termasuk Bid'ah? Cek Jawabannya di Sini!

- Jumat, 7 April 2023 | 21:07 WIB
Ilustrasi shalat. (freepik.com/freepik)
Ilustrasi shalat. (freepik.com/freepik)

MANADONESIA.COM - Sebagian orang mengatakan bahwa melafalkan niat shalat itu bid’ah, karena tempat niat di dalam hati.

Apakah jika seseorang melafalkan niat saat shalat maka shalatnya batal atau pahalanya sia-sia?

Simak penjelasan dan jawabannya di artikel ini tetang melafalkan niat shalat tersebut.

Dilansir manadonesia.com dari buku digital Fiqih Puasa Ramadhan, pada Jumat, 7 April 2023, berikut ulasannya.

Baca Juga: Apakah Rasulullah Memilih Surat atau Ayat Tertentu pada Shalat Lima Waktu atau Shalat Sunnah? Simak Jawabannya

Makna niat adalah sengaja melakukan sesuatu. Niat itu tempatnya di hati.

Tidak wajib melafalkan niat shalat, demikian juga dengan ibadah lainnya.

Diterimanya shalat tidak terikat dengan lafal niat apakah dilafalkan atau pun tidak.

Mazhab Syafi’I berpendapat: boleh melafalkan niat, bahkan dianjurkan, karena melafalkan niat itu lidah membantu hati. Andai tidak dilafalkan, maka shalat tetap sah dan diterima insya Allah jika memenuhi syarat, diantaranya adalah khusyu’ dan ikhlas.

Dalam Fiqh al-Madzahib al-Arba’ah dinyatakan bahwa Mazhab Maliki berpendapat: melafalkan niat itu bertentangan dengan yang lebih utama, kecuali bagi orang yang ragu-ragu, maka dianjurkan melafalkan niat untuk menolak was-was (keraguan).

Baca Juga: Apakah Benar Tidak ada Dua Shalat Witir dalam Satu Malam? Cek di Sini Penjelasannya

Menurut Mazhab Hanafi: melafalkan niat itu bid’ah. Karena tidak ada riwayat dari Rasulullah Saw dan para shahabatnya. Akan tetapi dianggup baik untuk menolak was-was.

Kesimpulannya bahwa tempat niat itu di hati, tidak disyaratkan mesti dilafalkan, bahkan menurut Mazhab Hanafi: bid’ah.

Menurut Mazhab Maliki: bertentangan dengan yang lebih utama. Akan tetapi bagi orang yang ragu-ragu, maka melafalkan niat itu dianjurkan dan dianggap baik. Menurut Mazhab Syafi’i: sunnat.

Ibnu al-Qayyim dalam kitab Zad al-Ma’ad, juz. I, hal. 51 mengecam keras mereka yang membolehkan melafalkan niat, beliau meluruskan pendapat Mazhab Syafi’I dalam masalah ini.

Halaman:

Editor: Fahri Rezandi Ibrahim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X